ketika hati sudah ternodai
ketika itu pula hati terasa kotor
ketika jiwa sudah tersakiti
ketika itu pula jiwa terasa hancur
hidup memang terasa nano-nano
kadang kala bahagia
kadang kala sedih
bahkan hidup bisa tersa ambar
hanya kepada-Nya tempat kita kembali
karena-Nya kita bisa berkomunikasi lewat hati
dan hanya kepada-Nya kita bisa merasa puas
puas akan curahan hati yang telah kita limpahkan
Wednesday, February 27, 2019
Sunday, February 24, 2019
keluarga
tangisan adalah tanda kekuatan
tangisan adalah tanda kehebatan
tangisan adalah bumbu kehidupan
sekuat-kuatnya wanita adalah wanita yang menangis
emosi adalah sebuah sifat
emosi adalah sebuah pelampiasan hati
emosi adalah sebuah ungkapan hati
sebaik-baiknya lelaki adalah yang pernah emosi
tangisan adalah bumbu kehidupan dalam keluarga
begitu juga dengan emosional
salah paham asupan tiap hari keluarga
tetapi sepintar-pintarnya kita yakni dalam menyelesaikannya
Friday, February 22, 2019
Bangkit dan besemangatlah
Kesalahan sering kali terjadi
Tantangan hidup senantiasa dihadapi
Dengan langkah berat terus berjalan menggapai mimpi
Jangan pernah takut dengan caci maki dan persekusi
Kekurangan materi jangan dijadikan alasan
Tampilkan senyum ikhlas penuh kesan
Namun jika kepenatan menguasai diri
Beristirahatlah tetapi jangan tuk berhenti
Keberhasilan dan kegagalan itu saling melengkapi
Keyakinan jangan dibalut dengan ketakutan
Jangan berkecil hati karena kelemahan
Bangkit dan teruslah lawan keragu-raguan
Sunday, February 17, 2019
AKU
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kauTak perlu mengasihaniku
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya hewan-hewan terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap kokoh menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidupseratus tahun lagi
Thursday, February 14, 2019
Dalam keheningan malam, aku bersimpuh, memohon
kepada sang Ilahi
Bukannya aku tak tau diri
Aku sadar, bahkan sangat sadar, bahwa diriku
sangatlah kotor
Bahkan sekedar tuk mengingat-Nya pun aku tak
pernah
Dan
kini, aku mengaku kalah
Aku
terdiam, tergugu menghadapi kenyataan pahit ini
Aku
meringis, mengingat betapa angkuhnya diriku
Aku
tertawa, menertawakan kebodohanku
Tuhan,,,
Mengapa kau membiarkanku terjatuh begitu
dalam?
Mengapa kau membiarkanku menikmati semua ini?
Mengapa kau membuatku menjalani kerasnya hidup
ini?
Mengapa kau tidak menyadarkanku?
Kini,
kau menamparku begitu keras
Menunjukkanku
jalan-Mu
Mengizinkanku
tuk berjalan kearah-Mu
ketika butiran tasbih terlentang ditengah masjid
ketika itu pula hati ini retak
kecewa, remuk, lemah, tak berdaya
bagaikan kepingan emas yang berceceran dimana-mana
aku tak menyangka
akan terjadi suatu hal terhadap butiran tasbih itu
padahal itu yang dapat membawa kita
ke tempat sucimu yakni surga
hari demi hari telah ku lewati
hanya berharap ridhomu semata
lii'lai kalimatillah
menuju tempatmu yang suci
ketika itu pula hati ini retak
kecewa, remuk, lemah, tak berdaya
bagaikan kepingan emas yang berceceran dimana-mana
aku tak menyangka
akan terjadi suatu hal terhadap butiran tasbih itu
padahal itu yang dapat membawa kita
ke tempat sucimu yakni surga
hari demi hari telah ku lewati
hanya berharap ridhomu semata
lii'lai kalimatillah
menuju tempatmu yang suci
Wednesday, February 13, 2019
Dalam psikologi
social, ilmuwan mendefinisikan berpikir sebaga ibagian terpenting yang membedakan manusia dari binatang,
tumbuh-tumbuhan dan benda mati.
Kebanyakan
orang hanya mementingkan kepintaran, kemampuan fisik, dan bakat lain yang ia miliki.
Padahal disamping itu semua ada hal yang lebih penting bahkan yang terpenting fikiran. Seseorang
bias menguasai dunia pastilah karena fikirannya yang tertata dengan baik dan sistematis.
Banyak orang yang memiliki banyak kemampuan tapi tidak dapat bersinar di masa depan
karena fikiran yang tidak sistematis. Dan
karenaitupulamerekamembuang-buangwaktumerekadenganpercuma.
Tersebut
berasal dari fikiran. Seorang gelandangan dan seorang pelajar tentulah berbeda isi
fikirannya. Dalam fikirannya, gelandangan hanya memikirkan bagaimana caranya untuk
mendapatkan uang dan makan, meskipun dengan cara yang halal ataupun haram.
Sementara pelajar sudah tentu dia akan berfikiran panjang tentang bagaimana caranya
sukses dan bias menghasilkan uang dengan cara bekerja yang halal tidak dengan jalan
pintas.
Orang yang memiliki cita-cita besar, tapi hanya berkata-kata
tanpa mau berpikir cara terbaik untuk meraih cita-cita sama saja seperti orang
yang tak punya masa depan. Dengan fikiran kita dapat membedakan yang baik dan
yang buruk, halal dan haram, positif dan negative dan lain sebagainya. Begitu hebat
fikiran sampai dalam sebuah mahfudzot dikatakan:
فكر قبل ان تعزم
Ini
membuktikan bahwa fikiran merupakan pegangan seseorang dalam memulai apapun
yang ingin ia lakukan. Jika ingin sukses di masa depan maka mulailah untuk berfikir
tentang kesuksesan, lakukanlah segala hal yang dapa tmembawa menuju kesuksesan tersebut.
Sehingga waktu dan umur kita tidak terbuang sia-sia dengan memikirkan hal-hal
negative yang sama sekali tidak berguna untuk masa depan kita.
Orang
yang berfikir kegagalan adalah orang yang akan selalu gagal sebagaimanapun usahanya.
Karena kita adalah apa yang kitafikirkan. Berfikirlah selalu untuk bias dan mampu.Tidak
ada waktu untuk takut mencoba apapun.Karena dengan fikiran positif yang kita miliki,
kita akan mampu bersinar setiap saat.
Tuesday, February 12, 2019
Wahai ruh yang kusayangi,
Ketika
aku menciptakanmu dengan segumpal darah, aku takdirkan kamu .Suci, tanpa ada corengan ataupun noda setitikpun,
hingga pada saatnya, kau menilik indahnya hamparan dunia, kutitipkan kau pada dua
malaikat suci yang akan menjawab semua pertanyaan polosmu, dan mengajari kebaikan
apapun padamu.
Seiring waktu berlari…
Segumpal
darah itu telah menjadi sesosok pribadi.Kini, kau mulai meraba, menebak dan selalu
bertanya, tak jarang kau tersandung problema kehidupan, tapi kau tak mengibarkan
bendera putih, kau tetap berjalan lurus menuju titik tujuanmu, menerjang semua kerikil
dan batu, sesekali kau merintih, tapi kau tunjukkan ketegaranmu. Zaman temukan oleh
waktu, kau telah menjadi seseorang yang tegak berdiri, kau kerjakan tugas duniamu
dengan baik, dan bagus. Tapi apakah kau menyadari…
Dirimu
tenggelam dalam kenikmatan duniawi, sibuk dengan urusanmu, sehingga kau duakanaku
.Kau korbankan menit pertemuan kita dengan semua aktivitasmu, padahal waktu waktu
kita untuk berkomunikasi tidaklah banyak, hanya beberapa menit saja. Kau dahulukan
urusan kantong yang membuatmu bahagia, kau dengarkan bisikan jahat setan dan kau
tepis perkataan lirih hati nuranimu, padahal tahukan engkau?Mereka tertawa terbahak-bahak
karena sukses menggagalkan pertemuan kita. Ku panggilkau 5 kali sehari, tapi satupun
kau gabris panggilanku.
Tidak
ingatkah engkau denganku? Mengapa kau dengarkan bisikan jahat setan yang
menjerumuskanmu? Ku lepaskan kau di dunia.Untuk mencari ridhaku, tapi kau tersesat
dalam lubang kebahagiaan dunia yang tidak hakiki, mengapa kau tidak bias bersabar
sebentar saja untuk mendapatkan kemenangan yang abadi?.Tidak ada kata terlambat
untuk kembali kejalanKu, datanglah, kemarilah padaku, aku tidak akan menutup pintu,
sampai batas waktu yang telah kujanjikan. Jadilah orang-orang yang tersenyum dikehidupan
selanjutnya, aku selalu menyambutmu dengan gembira.
Saudara-saudaraku,
tidakkah kita menyadari, bahwa kita telahdimabuk cinta, menikmati pestapora dunia
yang dapat menjerumuskan kita pada kenistaan dosa, terjebak dalam indahnya sandiwara
dunia, dan lupa dengan kekuasaan Sang Pencipta. Ingatlah, dunia adalah tempat kita
untuk menuai hasil. Mari kita benahi diri, menjadi pribadi yang diridhai Ilahi,
merambat dengan pasti dan merapatkan jiwa meraih kenikmatan abadi yang tak terperi.
Jikalau
seorang hamba itu mendekat padaku sejengkal, maka aku mendekat padanya sehasta dan
jikalau dia mendekat padaku sehasta, maka aku mendekat padanya sedepa, jikalau hamba
itu mendatangi aku dengan berjalan, maka aku mendatanginya dengan bergegas
(HR.Bukhari)
Subscribe to:
Posts (Atom)